MIU Login

ICOLESS 2025: Menyongsong Tantangan dan Peluang Hukum dalam Pembangunan Berkelanjutan di Era Globalisasi

Malang, 7-8 Mei 2025 – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), melalui Fakultas Syariah, sukses menyelenggarakan The 8th International Conference on Law, Technology, Spirituality, and Society (ICOLESS) pada 7-8 Mei 2025. Dengan tema “Sustainable Development and Modern Law: Challenges and Opportunities in the Globalized World”, konferensi ini diadakan secara hybrid, menggabungkan sesi online melalui Zoom dan presentasi langsung di berbagai ruang di Fakultas Syariah UIN Malang.

Acara dimulai pada Selasa, 7 Mei 2025, dengan registrasi peserta yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB. Setelah itu, pembukaan konferensi dilakukan secara resmi dengan pembacaan Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Prof. Dr. Sudirman Hasan, MA, CHARM., Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, memberikan sambutan hangat dan membuka acara dengan penuh semangat. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Mahbub Ainur Rofiq, M.HI, untuk memohon kelancaran acara.

Sesi keynote speech yang sangat dinantikan, disampaikan oleh Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Beliau memberikan paparan yang inspiratif mengenai tantangan dan peluang hukum dalam menghadapi era globalisasi dan pembangunan berkelanjutan.

Presentasi Pembicara Plenary

Setelah istirahat, sesi plenary dimulai dengan sejumlah pembicara internasional yang menghadirkan perspektif beragam tentang hubungan antara hukum, teknologi, dan spiritualitas dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Pembicara yang hadir di antaranya:

  1. Prof. Dr. Fakhruddin, M.HI. dari Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang,
  2. Naeem Allahrakha, Ph.D. dari Tashkent State University, Uzbekistan.

Para pembicara ini menyampaikan pemikiran kritis mengenai bagaimana hukum dapat memainkan peran penting dalam menciptakan solusi untuk masalah-masalah global seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan sosial, dan isu-isu hak asasi manusia.

Sesi Paralel dan Diskusi Mendalam

Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan sesi paralel yang diadakan di enam ruang yang berbeda di Fakultas Syariah UIN Malang. Setiap ruang dibimbing oleh seorang chair yang berkompeten, yang memfasilitasi diskusi dan presentasi dari para peneliti dan praktisi hukum. Beberapa chair yang memimpin diskusi di antaranya:

  • Dra. Jundiani, S.H., M.Hum.
  • Risma Nur Arifah, M.H.
  • Siti Zulaicha, M.Hum.
  • Rizka Amaliah, M.Pd.
  • Sheila Kusuma Wardhani A., M.H.
  • Aditya Prastian Supriadi, M.H.

Sesi ini memberi kesempatan kepada para peserta untuk berbagi temuan penelitian dan mendiskusikan solusi inovatif terkait hukum dan teknologi dalam masyarakat global yang semakin maju.

Hari Kedua: Pembicara Plenary Internasional

Pada hari kedua, 8 Mei 2025, konferensi kembali menghadirkan sesi plenary yang diadakan secara online. Pembicara utama pada sesi ini adalah para ahli dari berbagai universitas terkemuka, yaitu:

  1. Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah, M.H. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia,
  2. Prof. Dr. Siti Zubaidah Binti Ismail dari Universiti Malaya, Malaysia,
  3. Winayaporn Bhrammanachote dari Chiang Mai Rajabhat University, Thailand.

Para pembicara ini memberikan wawasan mendalam tentang penerapan hukum modern dalam menghadapi tantangan-tantangan global, terutama dalam konteks sosial dan lingkungan.

Penutupan dan Harapan untuk Masa Depan

Konferensi berakhir dengan sebuah sesi penutupan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sudirman Hasan, MA, CHARM., yang mengucapkan terima kasih kepada semua peserta, pembicara, dan panitia yang telah berkontribusi besar terhadap suksesnya acara ini. Prof. Sudirman berharap, konferensi ini dapat menjadi platform untuk terus memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang hukum, teknologi, dan spiritualitas untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dengan penyelenggaraan ICOLESS 2025, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan forum akademik yang relevan dan bermanfaat untuk menjawab tantangan zaman. Konferensi ini tidak hanya memberi ruang bagi para akademisi untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga mendorong terwujudnya solusi-solusi praktis yang dapat diterapkan di masyarakat global yang terus berkembang.

Tentang ICOLESS ICOLESS adalah konferensi internasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali, yang mengundang berbagai pihak untuk berbagi pengetahuan dan penelitian terbaru mengenai hubungan antara hukum, teknologi, spiritualitas, dan masyarakat. Dengan partisipasi dari para ahli terkemuka dan berbagai pihak internasional, konferensi ini bertujuan untuk memberikan perspektif baru dalam menangani berbagai isu global yang kompleks.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait